Tapi saya nampak ianya lebih dariitu. Ada banyak punca, antaranya:Ianya adalah pengajaran dari Tuhan.Orang bercinta atau orang yangtengah sayang menyayangi, timbulsampai ke satu tahap mereka rasa,atau salah seorang dari mereka rasa,
"Aku hanya sayang dia seorang."
"Cinta aku hanya untuk dia ."
"Rinduku milik dia."
"Ah, hanya dia."
"Hatiku milikmu."
"Dialah satu, tiada dua ."
"Hanyalah satu yang bertakhta di hatiku."
"Kalau aku ada kambing seekor, aku hanya akan berikan padamu."
dan bermacam lagilah.
Bila sampai ke tahap ini, maka mereka yang terlibat sebenarnya
telah buat kesilapan yang besar iaitu MELEBIHKAN seseorang dari YANG LEBIH PATUT DILEBIHKAN.
Dgn kata lain, melebihkan cinta seseorang melebihi cinta kepada Tuhan. Pada Tuhan tak pernah² diluahkan rasa sayang dan kasih sebegitu dahsyat. Tapi, pada manusia yang tak beri manfaat apa-apa, dia beri segalanya. Beri hatinya. Lalu, Allah
Allah juga jadi tempat yang dituju.
Allah juga jadi tempat mengadu.
Lalu terpacullah dari bibir,
Tertaiplah pada statusmu, blogmu,
nukilanmu,
"Cukuplah Allah bagiku ."
Selama ini kita cabar Allah dengan
melebihkan manusia dari Dia.
Lalu Dia seru sahaja mengikut
iradat-Nya,
"Kun Fa Yakun."
Putuslah.
Berakhirlah.
"Kembali sujud pada-KU !"
Sekarang setelah dah tiada jodoh,
Siapa yang kau lebih perlukan?
Barulah tersedar,
"Aku perlukan Allah .
Aku sayang Allah ."
Akhir kata, jangan cabar Allah.
Dengan atau tanpa sengaja.



